Kamis, 15 April 2010

Kekuatan Pikiran Kita Tak Terbatas

Tau kah kalian bahwa kita semua dilahirkan dengan rasa ingin tau yang tak pernah terputuskan. Dan kita semua mempunyai alat-alat yang kita perlukan untuk memuaskanya. Dan pernahkan kalian memperhatikan seorang bayi yang meneliti dengan seksama sebuah mainan baru? Bayi itu pasti akan memasukanya kedalam mulut mereka untuk mengetahui rasanya dan Bayi itu menggoyangkanya, mengangkatnya, dan memutarkanya perlahan-lahan sehingga Bayi itu bisa melihat bagaimana setiap sisinya terkena cahaya. Bayi itu Menempelkanya di telinga, kemudia menjatuhkanya kelantai dan kemudian di ambil kembali, dan kemudian membongkar bagian-bagianya dan menyelidikinya satu demi satu. Loh ko jadi ngomongin bayi sih???? Ni saya ambil secara logikanya saja.

Nah apa yang dilakukan Bayi tersebut di sebut juga sebagai belajar secara menyeluruh merupakan cara efektif dan alamiah bagi seorang manusia seperti kita untuk mempelajari bahwa otak seseorang anak hingga usia 6 atau 7 tahun bisa di ibaratkan seperti SPONS, maksudnya dapat menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan juga kerumitan bahasa yang kacau dengan cara menyenangkan dan bebas stres. Proses ini juga ditambah dengan faktor-faktor umpama balik positif dan rangsangan dari lingkungan, dan Kita telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja.

Marilah kita melihat beberapa tonggak belajar pada usia awal seseorang anak yang normal dan sehat. peluangnya adalah bahwa anak yang di ceritakan tadi sangat mirip dengan kita dahulu. saat kita merayakan ulangtahun pertama kita, mungkin kita telah belajar berjalan, suatu proses yang rumit baik secara fisik maupun mental yang hampir-hampir mustahil untuk di jelaskan dengan kata-kata atau di ajarkan tanpa mendemonstrasikannya. Walaupun demikian, anda dapat melakunya walau dengan berkali-kali terjatuh dan tarsandung, dan ada tidak pernah merasa gagal ketika kita tersandung. Mengapa begitu? saya yakin, sebagai orang dewasa, kita dapat menginat beberapa kasus ketika kita menyerah mempelajadi sesuatu yang baru setelah gagal yang satu atau dua kali. Jadi, mengakpa kita mencoba dan mencoba lagi ketika kita sedang belajar berjalan?

Jawabanya adalah kita tidak mengenal konsep mengenai kegagalan. Untuk membantu, orangtua kita meyakinkan bahwa kita bisa melakunya jika terus berusaha dan mereka selalu mendampingi kita untuk mendorong kita. Setiap keberhasilan di akhiri dengan kegembiraan dan tepukan, dan memompa diri anda untuk lebih berhasil lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by: Free Blog Templates